Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat melalui pembahasan hibah lahan dari PT Bumi Pratama Khatulistiwa. Rapat koordinasi dipimpin Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa, 15 September 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kubu Raya Gusti Maulana, Kepala Dinas Sosial Wasilun, perwakilan PT BPK, Badan Pertanahan Nasional, dan sejumlah instansi terkait.
Sukiryanto menjelaskan PT BPK sedang memproses perpanjangan Hak Guna Usaha atas lahan seluas kurang lebih 4.522 hektare. Dalam rapat, perusahaan menyatakan tidak keberatan menghibahkan sebagian area untuk fasilitas pendidikan.
Lahan Pendidikan dan Kota Satelit
Rencana hibah mencakup 10 hektare untuk sekolah negeri dan 20 hektare bagi kebutuhan sekolah lainnya. Lahan tersebut antara lain dipertimbangkan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang bertujuan memperluas akses pendidikan masyarakat.
Pembahasan juga berkaitan dengan pengembangan kawasan kota satelit. Sekitar 300 hektare disiapkan untuk kawasan tersebut. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mengajukan pemanfaatan sekitar 30 hektare, sedangkan bagian lainnya diarahkan bagi pengembangan kota satelit.
Pemerintah daerah akan mendukung PT BPK dalam penyelesaian administrasi perpanjangan HGU kepada kementerian terkait. Setelah tahapan tersebut selesai, legalitas hibah lahan kepada pemerintah daerah dan kementerian diharapkan dapat segera diproses lebih lanjut.
Desain Sekolah Dapat Disesuaikan
Sukiryanto mengapresiasi konsep arsitektur dan rancang bangun Sekolah Rakyat yang dipaparkan dalam rapat. Desainnya dinilai fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kondisi tanah serta kebutuhan jumlah peserta didik.
Beberapa pilihan kapasitas telah disiapkan, mulai dari 200 siswa, 500 siswa, hingga 1.500 siswa. Pola pembangunan nantinya akan ditetapkan berdasarkan keadaan lahan dan kebutuhan yang dinilai paling sesuai.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap kesediaan PT BPK menghibahkan lahan dapat mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan. Rencana tersebut sekaligus membuka peluang penataan kawasan baru melalui pengembangan kota satelit yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.