Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan larangan menebang mangrove dan memproduksi arang dari kayu mangrove harus disertai solusi penghidupan bagi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan setelah menerima audiensi warga Batu Ampar terkait distribusi sisa arang di Kantor Bupati pada Senin, 5 Oktober 2026.
Pemerintah daerah menyiapkan pengembangan Batu Ampar sebagai desa wisata. Sujiwo meminta Disporapar, Dinas Perikanan, bidang UMKM, Sekretariat Daerah, Dinas PUPR, Bappeda, dan perangkat terkait bergerak terpadu. Program yang telah memiliki anggaran diminta segera dijalankan, sedangkan kebutuhan lain disiapkan untuk tahun berikutnya.
Transformasi tersebut juga melibatkan masyarakat, DPRD Kalimantan Barat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya. Tungku pembakaran arang diharapkan kelak menjadi bagian dari sejarah perubahan Batu Ampar setelah warga menghentikan penebangan dan pembakaran arang berbahan baku mangrove.
Alternatif mata pencaharian akan didorong melalui perikanan dan UMKM. Pemerintah menyiapkan dukungan berupa alat tangkap, mesin, sampan, dan penguatan kelompok usaha. Infrastruktur pariwisata seperti penerangan jalan, dermaga, ruang publik, Bukit Lalang, Bukit Cinta Alam, Pulau Gelanggang, serta lokasi potensial lainnya juga akan dikembangkan.
Anggota DPRD Kalbar Agus Sudarmansyah mengapresiasi diskresi untuk menyelesaikan penjualan stok arang lama. Kebijakan itu berlaku selama satu bulan pada Oktober 2026 sebagai masa transisi sebelum masyarakat beralih menjadi nelayan, petani, atau menjalankan usaha lain. Setelah periode tersebut, tidak ada lagi penjualan sisa arang.
Kepala Desa Batu Ampar Herry Prawiranto menyebut stok awal mencapai sekitar 500 ton. Sekitar 300 ton telah didistribusikan dan tersisa kurang lebih 100–200 ton. Ia menegaskan stok tersebut merupakan produksi lama dan masyarakat telah menghentikan penebangan serta pembuatan arang mangrove.
Warga menyatakan komitmen menjaga lingkungan dan meminta dukungan selama masa peralihan. Pemerintah berharap kebijakan konservasi dan pengembangan ekonomi baru dapat berjalan bersama sehingga perlindungan mangrove tidak menghilangkan sumber penghidupan masyarakat.