Sekolah-sekolah di Kabupaten Kubu Raya kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai Senin, 28 September 2026. Sebelumnya, kegiatan belajar dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Sy. Muhammad Firdaus menjelaskan keputusan diambil setelah kualitas udara mulai membaik dan kondisi asap relatif mereda. Meski demikian, sekolah tetap diminta mengutamakan protokol kesehatan dan keselamatan siswa.
Kegiatan yang berpotensi membuat siswa terpapar langsung masih dibatasi. Ekstrakurikuler, praktik olahraga, dan aktivitas luar ruangan sementara dialihkan ke dalam ruangan sampai kualitas udara dinyatakan benar-benar sehat.
Kepala sekolah diberi kewenangan mengambil langkah cepat jika kabut asap kembali menebal, termasuk memulangkan siswa lebih awal. Keputusan tersebut harus dilaporkan kepada dinas paling lambat 1 x 24 jam. Setiap sekolah juga diminta memantau kualitas udara sedikitnya dua kali sehari.
Di SDN 58 Sungai Raya, siswa menyambut pembelajaran tatap muka dengan antusias. Wakil Kepala Sekolah Vika Juwita mengatakan para siswa senang kembali bertemu teman dan belajar langsung setelah cukup lama mengikuti kegiatan secara daring.
Sekolah mengimbau penggunaan masker dan memeriksa kesiapan siswa sebelum masuk lingkungan sekolah. Kondisi kesehatan pada hari pertama secara umum dinilai baik, meski terdapat satu hingga dua siswa yang mengalami batuk.
Orang tua diminta segera memberi informasi jika anak mengalami gangguan kesehatan akibat asap. Apabila kondisi siswa tidak memungkinkan, keluarga dapat berkomunikasi dengan sekolah. Pembelajaran diharapkan kembali berjalan normal sambil tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas.