Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mendorong Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Kalimantan Barat menjadi penggerak ekonomi umat. Harapan itu disampaikan saat Musyawarah Wilayah pertama ISMI Kalbar di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin, 14 September 2026.
Sukiryanto, yang juga Ketua Majelis Pengurus Wilayah ISMI Kalimantan Barat, meminta musyawarah tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru. Forum tersebut harus menyusun program kerja dan arah organisasi untuk lima tahun mendatang yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan dunia usaha.
Selama sekitar lima tahun kepengurusan, beberapa program telah dirintis. Salah satunya pembangunan pabrik pengolahan buah khas Khatulistiwa yang sudah berjalan meskipun hasilnya belum maksimal. ISMI juga mendorong hadirnya klinik hemodialisa dan pembangunan Hotel Four Points Kubu Raya, walaupun pemilik hotel berasal dari pihak luar.
Satukan Potensi Saudagar Muslim
ISMI lahir dari sinergi Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dan Majelis Ulama Indonesia. Menurut Sukiryanto, semangat tersebut perlu digunakan untuk menyatukan saudagar muslim di seluruh Kalimantan Barat.
Organisasi ini tidak boleh sekadar menjadi tempat berkumpul pengusaha. ISMI diharapkan menjadi gerakan ekonomi yang berlandaskan nilai Islam, menjunjung akhlak, dan memberi manfaat kepada masyarakat.
Pelaku usaha saat ini dinilai membutuhkan kekuatan spiritual dan keterampilan. Kedua unsur itu harus berjalan beriringan agar pengusaha muslim dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus menjaga nilai dan keberkahan dalam kegiatan ekonomi.
Jaringan Kabupaten dan Kota Perlu Diperluas
Sukiryanto mengungkapkan kepengurusan ISMI tingkat kabupaten dan kota baru terbentuk di Mempawah dan Sintang. Kepengurusan berikutnya diharapkan memperluas organisasi ke daerah lain agar semakin dekat dengan pengusaha serta pelaku UMKM.
Program yang masih berjalan sebagian perlu dilanjutkan dan diperkuat. Musyawarah wilayah diharapkan melahirkan pemimpin amanah, program nyata, dan pengusaha yang mampu memberikan solusi bagi perekonomian umat di Kalimantan Barat.
Sukiryanto menilai keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari pergantian pengurus. Hasil musyawarah harus terlihat dalam jaringan yang lebih luas, penguatan kemampuan usaha, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.