Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menyalurkan sekitar 570 ribu liter air dalam sepekan terakhir untuk membantu masyarakat menghadapi krisis air selama kemarau panjang. Bantuan mencakup air minum dan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga di wilayah terdampak.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan penyaluran masih terus berlangsung. Pada Rabu, 9 September 2026, pemerintah kembali mendistribusikan hampir 80 ribu liter air. Pernyataan itu disampaikannya setelah mengikuti salat istisqa di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.
Menurut Sujiwo, ketersediaan air minum di sejumlah lokasi mulai mengkhawatirkan. Warga harus mengantre untuk mendapatkan air galon, sementara air yang tersedia tidak selalu ideal karena terasa payau, berharga mahal, atau bahkan sulit ditemukan.
Sumber Air Diperkirakan Bertahan 7–10 Hari
Sujiwo memperkirakan sumber air yang saat ini dimanfaatkan masih relatif aman untuk tujuh hingga sepuluh hari ke depan. Jika kemarau berlanjut, keberadaan sumber air akan menjadi masalah yang semakin serius. Karena itu, ia akan kembali berkeliling mencari sumber baru yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa air minum dan air bersih memiliki peruntukan berbeda. Air yang disalurkan untuk konsumsi tetap harus diolah dan direbus sebelum diminum, meskipun sebelumnya telah melalui proses pengolahan di PT Alas Kusuma. Sementara itu, air bersih digunakan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.
Penanganan krisis ini didukung berbagai pihak melalui fasilitas pengolahan air dan pengerahan mobil tangki. Sujiwo mengapresiasi kerja sama tersebut karena membantu pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan distribusi akan diteruskan sembari mencari tambahan sumber air. Sujiwo meminta warga tidak panik dan tetap tenang. Ia menegaskan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur lain akan bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat selama keadaan darurat berlangsung.