Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mendampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau kebakaran hutan dan lahan di Sekunder C, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Rabu (2/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kebakaran dan memaksimalkan penanganan.
Menurut Sukiryanto, api bukan bermula di Sekunder C, melainkan berasal dari Sekunder A lalu merambat melalui Sekunder B. Lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat dan berdasarkan informasi yang diterima tidak terdapat unsur kesengajaan.
Pemerintah provinsi dan kabupaten terus mengerahkan sumber daya. Gubernur bersama kepala perangkat daerah provinsi berada di Rasau Jaya, sementara Bupati Kubu Raya mendampingi Kapolda Kalbar meninjau lokasi lain. Organisasi perangkat daerah diminta ikut membantu melalui tenaga maupun dukungan material bagi warga terdampak dan petugas pemadam.
Ria Norsan mengatakan tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan masyarakat dilibatkan dalam penanganan. Ia menyebut Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius. Upaya water bombing sebelumnya belum optimal karena asap terlalu pekat.
Pemerintah juga mengupayakan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan, tetapi pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan bibit awan. Gubernur berharap hujan turun pada periode 3–9 September 2026 untuk membantu pemadaman di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Masyarakat, terutama pemilik lahan kosong, pertanian, dan perkebunan, diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan membakar. Karhutla dapat mengganggu kesehatan serta penerbangan, terlebih lokasi di Sekunder C berada tidak jauh dari Bandara Supadio.
Pemerintah mengajak seluruh warga menjaga lingkungan agar titik api baru tidak muncul dan dampak kabut asap tidak semakin meluas ke wilayah lain.