Bupati Kubu Raya Sujiwo mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah karena kualitas udara berada pada tingkat berbahaya. Indeks Satuan Pencemar Udara (ISPU) Kubu Raya disebut telah mencapai angka 1.200 di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Imbauan itu disampaikan Sujiwo saat meninjau lokasi karhutla di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Senin (31/8/2026). Jika harus berada di luar ruangan, masyarakat diminta memakai masker untuk mengurangi paparan asap.
Sujiwo juga menginstruksikan Dinas Kesehatan mempercepat penyaluran masker kepada warga. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan memaksimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga untuk mendukung penanganan berbagai dampak karhutla.
Selain masalah kualitas udara, pemerintah daerah memberi perhatian pada kebutuhan air bersih dan air minum. Jajaran pemerintah kabupaten diminta segera menyusun skema distribusi air ke sejumlah kecamatan yang membutuhkan.
Menurut Sujiwo, pemasok air minum telah diperoleh. Pemerintah kecamatan selanjutnya harus menyiapkan titik penampungan sehingga air dapat segera disalurkan ketika armada tangki tiba di wilayah masing-masing.
Di Kecamatan Sungai Ambawang, pemerintah merencanakan sepuluh titik penampungan air minum. Skema serupa juga dapat diterapkan di Kecamatan Sungai Kakap serta kecamatan lain sesuai kebutuhan masyarakat. Persiapan diminta dilakukan secepat mungkin.
Bupati menekankan bahwa penanganan karhutla tidak boleh terbatas pada pemadaman api. Perlindungan terhadap warga yang terdampak asap dan kesulitan air harus menjadi bagian utama dalam respons pemerintah daerah.
Sekretaris daerah dan seluruh jajaran diminta bergerak cepat serta memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Sujiwo menegaskan bahwa setiap langkah penanganan harus berpusat pada keselamatan masyarakat sebagai prioritas tertinggi.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menjalankan distribusi masker dan air bersih bersamaan dengan upaya penanggulangan kebakaran. Masyarakat juga diminta mengikuti imbauan kesehatan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi berbahaya.